Rentanreaksicepat.com – Sleman , Ancaman bencana di Sleman datang dengan karakter berbeda, tetapi berpotensi terjadi dalam waktu yang berdekatan. Aktivitas Gunung Merapi membutuhkan kesiapan evakuasi, sementara kondisi kering akibat El Niño meningkatkan tekanan terhadap ketersediaan air sekaligus risiko kebakaran lahan.
Situasi ini mendorong BPBD Sleman memperkuat mitigasi bencana dengan menyiapkan sistem peringatan, jalur evakuasi, hingga langkah menghadapi kekeringan.
Bambang Kuntoro, A.P.M.St. dari BPBD Sleman menyampaikan hal tersebut saat menemui awak media, Selasa (8/9/2026). Pertemuan berlangsung di lobi Bupati Sleman sekitar pukul 14.00 WIB.
BERANDADAERAHPOLITIKHUKUM & KRIMINALPERISTIWAEKONOMI & BISNISBeranda Daerah DaerahBPBD Sleman Perkuat Mitigasi Hadapi Merapi, Kekeringan dan El NiñoLeni Widiya9 September 2026Temukan lebih banyakPanduan & Petunjuk PerjalananKutipan TerkenalTV & VideoBerita terkiniBerita politikBambang Kuntoro, A.P.M.St. dari BPBD Sleman saat diwawancarai awak media, Selasa (8/9/2026)./R45/Agus.Rakyat45.com, Sleman – Ancaman bencana di Sleman datang dengan karakter berbeda, tetapi berpotensi terjadi dalam waktu yang berdekatan. Aktivitas Gunung Merapi membutuhkan kesiapan evakuasi, sementara kondisi kering akibat El Niño meningkatkan tekanan terhadap ketersediaan air sekaligus risiko kebakaran lahan.Situasi ini mendorong BPBD Sleman memperkuat mitigasi bencana dengan menyiapkan sistem peringatan, jalur evakuasi, hingga langkah menghadapi kekeringan.
Bambang Kuntoro, A.P.M.St. dari BPBD Sleman menyampaikan hal tersebut saat menemui awak media, Selasa (8/9/2026). Pertemuan berlangsung di lobi Bupati Sleman sekitar pukul 14.00 WIB.📖Baca JugaDanrem 031/Wira Bima Tingkatkan Sinergi dengan Kejaksaan Tinggi RiauDaerahDanrem 031/Wira Bima Tingkatkan Sinergi dengan Kejaksaan Tinggi Riau10 Desember 2024Menurut Bambang, mitigasi menghadapi potensi bencana tidak hanya mengandalkan respons ketika keadaan darurat muncul. BPBD menjalankan pendekatan struktural melalui perbaikan dan pelebaran jalur evakuasi, penyediaan tempat pengungsian, serta penguatan sistem peringatan dini atau Early Warning System (EWS).
(red)









